Home / Bisnis / Indonesiaku

Kamis, 20 Juli 2023 15:43- WIB

Amartha dengan Kemen PPPA Resmikan Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Banyuwangi

Banyuwangi, Merata.Net – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) sebagai prosperity platform yang berfokus pada pemberdayaan perempuan lewat layanan keuangan inklusif, menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan peresmian program DRPPA ini, dilaksanakan di Balai Desa Watukebo, Banyuwangi, Jawa Timur. Dan dihadiri Lenny N. Rosalin selaku Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, serta Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. 

DRPPA merupakan inisiatif dari Kemen PPPA yang berfokus pada implementasi SDG, di mana DRPPA akan menjalankan program-program berperspektif gender dan hak anak, yang dilakukan lewat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa secara terencana dan berkelanjutan.

Nilai ini sangat sejalan dengan komitmen Amartha dalam menjalankan prinsip keberlanjutan, dengan menghadirkan peluang yang setara bagi setiap individu untuk mewujudkan hidup yang sejahtera

Lenny N. Rosalin, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA menyampaikan, Kemen PPPA menyadari bahwa akselerasi pemberdayaan masyarakat desa lewat program DRPPA, membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya pihak swasta seperti Amartha. 

Private sector seperti Amartha memiliki kredibilitas yang mumpuni dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan, baik lewat serangkaian pelatihan maupun akses keuangan inklusif yang berkelanjutan. Jika digabungkan dengan strategi pengembangan DRPPA, saya optimis akan semakin luas dampak yang tercipta. Kemen PPPA sejak tahun 2021 telah menginisiasi program DRPPA melalui piloting di ratusan desa/kelurahan di seluruh Indonesia,” kata Lenny

Baca Juga  Promo Buy 1 Get 1 Hanya 73 Ribu, Bugis Waterpark Adventure Hadirkan BWP Flash Sale Spesial HUT 73 KALLA 

Melalui kerja sama ini, Amartha akan bertindak sebagai pengembang kurikulum dan fasilitator pelatihan bagi warga desa serta para kader SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak).

Pada periode pertama ini, Amartha menjalankan programnya di Desa Watukebo dan Desa Kepundungan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pelatihan akan fokus pada topik literasi keuangan dan digital, kewirausahaan UMKM, serta pentingnya sanitasi dan higienitas. 

Selanjutnya Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha menjelaskan, kolaborasi Amartha dan KemenPPPA lewat program DRPPA, bertujuan mendorong kesetaraan dalam pemberdayaan perempuan, termasuk mereka yang tinggal di pedesaan dan masih menghadapi tantangan dalam memajukan perekonomian akar rumput.

Dalam hal ini, pengalaman dan jangkauan jaringan Amartha di lebih dari 52,000 desa di Indonesia dapat membantu memperluas dampak pemberdayaan ekonomi perempuan, melalui akses layanan keuangan, pendampingan kewirausahaan serta edukasi dalam proses adopsi digital, sehingga memungkinkan perempuan dapat lebih berdaya dan setara.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu prioritas Amartha untuk turut ambil peran dalam mendukung pembangunan desa berperspektif gender yang berkelanjutan, serta berbasis pada nilai-nilai SDG”, lanjut Aria.

Program DRPPA memiliki 10 indikator isu kesetaraan yang harus diselesaikan, beberapa di antaranya mulai dari implementasi kebijakan desa yang ramah perempuan dan anak, pembiayaan desa untuk pemberdayaan perempuan, kewirausahaan berperspektif gender, pengasuhan/pendidikan bagi ibu dan keluarga, tidak ada kekerasan bagi perempuan dan anak, hingga tidak ada pekerja anak, dan tidak ada perkawinan usia.

Baca Juga  Saatnya Anak Muda Beraksi Selamatkan Perempuan dari Kanker Payudara

Ipuk Fiestiandini, Bupati Kabupaten Banyuwangi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sangat mendukung program DRPPA. Kita masih sering menemukan stigma-stigma yang menyudutkan perempuan.

Di mana perempuan dibatasi tingkat pendidikannya agar cepat-cepat dinikahkan. Perempuan juga dibatasi ruang gerak dan inovasinya dalam berwirausaha, sehingga hanya fokus mengurus pekerjaan domestik.

Padahal perempuan punya potensi yang besar untuk menggerakkan roda ekonomi pedesaan. Maka, program seperti inilah yang harus kita dukung, sehingga tercipta desa yang berperspektif gender,” Ujar Bupati

Dalam kerja sama ini, Amartha menyiapkan 20 modul pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas peserta. Amartha menargetkan sebanyak 350.000 peserta mendapatkan pelatihan selama satu tahun. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan Training of Trainer (ToT) kepada 1.000 tenaga lapangan Amartha dan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA).

“Dengan dukungan begitu besar baik dari Kemen PPPA serta jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Amartha optimis kolaborasi yang berkesinambungan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas. Tentunya kami akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, agar dapat memastikan dampak dari program ini benar-benar membantu warga desa untuk lebih berkembang dan sejahtera”, pungkas Aria. (*)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Claro Makassar kembali hadirkan Luxury Wedding Vaganza 2024 dan Lebih Meriah

Bisnis

Telkomsel Buka Pre-Order iPhone 15, iPhone 15 Plus, iPhone 15 Pro, dan iPhone 15 Pro Max Terbaru

Bisnis

Backhaus, dan Rappo: Sajikan Pastry Lokal dengan Konsep Ramah Lingkungan Kini Hadir di Toyota Alauddin

Hiburan

Mercure Makassar Nexa Ajak 40 Anak Panti Asuhan Nikmati Fasilitas Hotel

Indonesiaku

Antisipasi Gempa Susulan Danny Minta Warganya Tetap Tenang Dan Waspada

Bisnis

PHI Kembali Gelar Luxury Wedding Vaganza 2023 di Claro Makassar

Bisnis

Kalla Toyota Kenalkan Veloz Hybrid di Trans Mal Makassar

Bisnis

AstraPay Raih Penghargaan di Customer Engagement Excellence Awards Indonesia 2023