MERATA.NET – Rider Indonesia yang berkiprah di WSSP SBK 2025 Aldy Satya Mahendra baru saja memberikan prestasi dengan finish kelima pada race pertama WSSP 2025 di sirkuit Most, Republik Ceko, Sabtu (17/5/2025).
Aldi Satya Mahendra, dari tim BLU CRU Yamaha Evan Bros Racing punya kenangan indah di Sirkuit Most diaman pada tahun 2023 lalu saat masih berlaga dikelas WSSP300 2023 ia berhasil juara.
Aldi tiba di Sirkuit Most dengan motivasi bertahan di 10 besar. Ternyata, hasilnnya jauh melampaui ekspektasi. Memulai dari urutan ke-11, remaja 18 tahun tersebut melibas dua lawannya di putaran pertama. Ia harus puas berakhir di peringkat kelima.
Aldi terpaut 14,796 detik dari Jaume Masia (Orelac Racing VerdNatura), orang pertama yang melintasi garis finis. Rekan setimnya, Can Oncu, mencetak prestasi lebih mentereng dengan finis P2, diikuti Lucas Mahias (GMT94-Yamaha) di podium terakhir. Marcel Schroeter dari WRP Racing bertengger di urutan keempat.
Dikutip dari laman resmi team Evan Bros, Aldi mengungkapkan sempat membuat kesalahan yang menodai upayanya.
“Saya mencoba mendorong sejak awal, agar bisa mengikuti grup terdepan. Tapi pada fase berikutnya dalam balapan, saya melakukan beberapa kesalahan. Berkat strategi, saya bisa menaklukkan posisi kelima. Saya sangat gembira dengan finis lima teratas, yang pastinya akan memberi motivasi ekstra untuk lomba besok,” ujarnya
Sementara itu, Prinsipal tim, Fabio Evangelista, memperlihatkan kepuasan dengan pencapaian kedua rider Evan Bros Racing. Ia tak segan melayangkan pujian terutama pada Aldi Satya Mahendra.
“Bisa dibilang ini adalah hari yang positif, posisi kedua dan kelima, bukan hasil sepele. Sungguh disayangkan duel terakhir Can Oncu, namun saat-saat seperti itu detail sangat penting dan kali ini, tidak berjalan seperti harapan. Bagaimana pun 20 poin yang sangat bagus masih kami dapatkan,” katanya.
“Aldi menghindari kesalahan dan naik peringkat berkat kecepatannya yang luar biasa. Dia mengejutkan. Kami bersemangat dan termotivasi untuk balapan berikutnya.”
Di posisi keenam, ada Corentin Perolari, lalu Philipp Oettl, Bo Bendsneyder, Oli Bayliss, dan Jeremy Alcoba di 10 besar. (*)










