Home / Pemerintahan

Sabtu, 1 Juni 2024 07:34- WIB

Wali Kota Danny Dialog Bareng Ormas Islam Bahas Polemik THM di CPI

MAKASSAR, Merata.Net – Sikap Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menolak aktivitas hiburan malam W Super Club milik pengacara kondang Hotman Paris yang berlokasi di Kawasan CPI Makassar kian tegas.

Orang nomor satu di Kota Makassar itu bahkan mengumpulkan seluruh Ormas Islam meminta pendapat perihal beroperasinya W Super Club yang mengundang polemik di masyarakat saat ini.

Diantaranya, Nadhatul Ulama (NU) Makassar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Nadhatul Ulama (NU) Makassar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Makassar, dan Polrestabes Makassar.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto berdiskusi bersama sejumlah ormas Islam.

Berdasarkan hasil diskusi itu, Danny bersama Ormas Islam sepakat mengawal dan menolak adanya aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) W Super Club di Kawasan CPI.

Selain dianggap merusak moral anak bangsa, serta bertentangan dengan program Pemkot Makassar yaitu Perkuatan Keimanan Umat dan Jagai Anakta, lokasi W Super Club juga dekat dengan Masjid 99 Kubah dan sekolah.

Baca Juga  Dinkes Harap Duta Siswa KTR Aktif Bantu Pemkot Makassar Sosialisasikan KTR

“Izin THM itu kita belum lihat, inilah yang kita perjuangkan. Berarti di W Super Club tidak ada praktik THM,” tegas Danny disela-sela diskusi bareng Ormas Islam di Amirullah, Jumat (31/5).

W Super Club saat ini hanya mengantongi izin operasional bar, bukan THM, club malam atau diskotek. Itu pun juga merupakan otorisas dari Pemprov Sulsel, bukan Pemkot Makassar.

Meski begitu pemerintah kota juga mesti tegas karena kehadiran W Super Club mengundang polemik sehingga aspirasi masyarakat perlu untuk ditindaklanjuti.

“Saya membuka dialog agar semua bisa clear, dan hasil sore hari ini saya akan sampaikan ke beliau (Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan),” tutur Danny Pomanto.

Berdasarkan OSS, izin diskotek/club malam merupakan kelompok usaha yang mencakup penyediaan jasa pelayanan minum sebagai kegiatan utama di mana menyediakan juga tempat dan fasilitas untuk menari dengan diiringi musik hidup, atraksi pertunjukkan lampu sebagai layanan tambahan serta adanya pramuria.

Baca Juga  Berikan Benefit Spesial, Garuda Indonesia Gaet Pemerintah Kota Makassar

Sementara bar merupakan kelompok usaha yang mencakup kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan nonalkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya dan telah mendapatkan ijin dari instansi yang membinanya.

Ketua FKUB Makassar Prof Arifuddin Ahmad mendukung langkah Wali Kota Danny Pomanto menolak aktivitas THM W Super Club.

Apalagi Pemkot Makassar punya dua program unggulan di bidang keagamaan, yakni program Perkuatan Keimanan Umat dan Jagai Anakta’.

“Saya kira wilayah pak wali kota bagaimana kita tegas mencegah daripada persoalan-persoalan ini,” ungkap Prof Arifuddin.

Ketua DMI Makassar M Yunus juga merespon baik langkah Pemkot Makassar. Kata Yunus, ini merupakan bentuk kepedulian Danny Pomanto terhadap generasi anak bangsa.

Terlebih Makassar merupakan daerah yang religius. Sehingga ia tidak mau hal-hal buruk terjadi di Kota Makassar.

“Alhamdulillah pak wali punya perhatian khusus buat kita semua,” tutupnya.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bahas Pembangunan Jalur Kereta Api di Lahan Pemkot Makassar, Danny Berikan Solusi

Pemerintahan

PPDB Tingkat SMA/SMK di Sulsel Diprotes Orang Tua Calon Siswa

Pemerintahan

Rayakan Lebaran Idul Fitri 1445 H, Indira Yusuf Ismail Jamu Keluarga, Kerabat hingga Masyarakat di Rumah

Indonesiaku

Silaturahmi ke Forkopincam Barebbo, Kapolsek Iptu Dodie Hadiahkan Bibit Durian Musang King

Pemerintahan

Upacara HUT Kemerdekaan, Gubernur Sulsel Gunakan Mobil Listrik Buatan SMKN 2 Pangkep Inspeksi Pasukan

Pemerintahan

Wali Kota Makassar Kembali Raih Penghargaan, BNN RI Lirik Program Inovasi Lorong Wisata Bersinar

Pemerintahan

Seskoal Gelar Pasis di Kota Makassar, Munafri : Ajang Perkenalan Budaya ke Dunia

Pemerintahan

Jadi Narasumber, Lurah Bakung Bagikan Tips Keberhasilannya Turunkan Angka Stunting