Home / Pemerintahan

Kamis, 21 Juli 2022 14:31- WIB

Pembangunan Rel Kereta Api di Makassar, Kadis Pertanahan: Tak Ada Pilihan Selain Elevated

Makassar, Merata.Net -Pembangunan rel Kereta Api yang masuk ke wilayah Makassar tidak ada pilihan lain selain elevated atau melayang. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pertanahan Makassar, Akhmad Namsum saat ditemui awak media di kantornya, Senin (19/7/2022) kemarin.

“Jadi kalau melihat mengenai rencana pembangun rel kereta api (KA) Makassar-Parepare untuk wilayah masuk Makassar. Relnya menurut kami Dinas Pertanahan Pemkot Makassar tidak ada pilihan selain elevated,” ungkapnya.

Dijelaskan, pilihan elevated karena disebabkan beberapa pertimbangan-pertimbangan antara lain pertama menyangkut mengenai tata ruang kota.

“Kenapa tata ruang kota ditetapkan tahun 2015 melalui perda, dan sebelum tahun 2015 sudah ada komunikasi kepala balai lama pak Jumardi, disitu koordinasi Pemkot jalan dan rancangan serta masukan itu disepakati bahwa elevated, nah maka ditetapkan Perda,” jelasnya.

Baca Juga  Kerja Kolektif Warga Tumbuhkan Ketahanan Pangan di Maccini Sombala Lewat Budidaya Ikan

Akhmad Namsum mengaku, elevated atau melayang resiko yang bisa ditimbulkan kecil. Kedua dampak dari pada rel kalau elevated atau melayang resikonya kecil terkait apa bisa yang ditimbulkan ke depan, namun kalau di atas tanah (at grade).

“Banyak bisa timbul mungkin kemacetan, ada banjir karena ada terpotong terhambat, ketiga bagaimana menyangkut pengembangan kota ke depan sehingga bisa terhambat,” tuturnya.

lebih jauh ia mempertanyakan kenapa di kota lain seperti Bandung, Medan maupun bandung bisa elevated. Sementara kota Makassar yang merupakan gerbang Indonesia Timur dipaksa at grade.

Baca Juga  Rakornas 2026, Gubernur Andi Sudirman Tegaskan Kesiapan Sulsel Jalankan Program Prioritas Presiden

“Yang paling mendasar masyarakat Makassar kenapa bisa di kota lain seperti Medan, Palembang, Bandung kenapa elevated, dan kok makassar yang gerbang indonesia timur harus di bawah,” ucapnya

“Inilah menjadi dasar pertimbangan pemkot adalah mutlak elevated ada juga namanya persoalan harga diri kenapa bisa yang lain kenapa kita tidak,” sambungnya.

Pada prinsipnya, lanjutnya, Pemkot makassar tidak menolak. “Yang kita tidak terima kalau at grade yang bisa mengganggu keselamatan masyarakat makassar sehingga hal positif bisa terjaga, makasih pemerintah pusat kami gembira kereta api masuk makassar, kami harap relnya adalah elevated,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Kisruh PPDB Kadisdik Sulsel Meminta Maaf, Terjadi Kesalahan Sistem Penginputan

Pemerintahan

Gubernur Sulsel Pantau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Terong

Pemerintahan

Pemkot Makassar Fasilitasi Itsbat Nikah bagi Warga Kurang Mampu

Pemerintahan

Wali Kota Danny Teken MoU Bersama Politeknik Pariwisata Kembangkan Potensi Wisata Makassar

Pemerintahan

PJ Bupati Bone, Andi Winarno Serahkan Langsung Bantuan Korban Angin Puting Beliung di Desa Manciri, Ajangale

Pemerintahan

Wali Kota Danny Launching Jappa Rong, Inovasi BKM Dukung Program Pemkot Makassar

Pemerintahan

Warga Makassar Berduka, Camat Ujung Pandang Berpulang

Pemerintahan

Danny Pomanto Jamu Duta Besar Perancis, Sajikan Kuliner Khas dan Kenalkan Festival Delapan