Kepercayaan menangani Tim Nasional Indonesia datang pada 1983 dan kembali diberikan pada 1989.
Bersama skuad Garuda, pencapaian terbaik Basri adalah mempersembahkan medali perunggu pada ajang SEA Games 1989 di Kuala Lumpur.
Basri juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan PSM Makassar. Saat dipercaya kembali menangani klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu, ia sukses membawa PSM melaju hingga babak final Liga Indonesia musim 1995-1996, sekaligus mengembalikan daya saing tim di level nasional.
Selain itu, sepanjang kariernya ia juga pernah menukangi sejumlah klub besar Indonesia, antara lain Arema Malang, Mitra Surabaya, Persela Lamongan, PSS Sleman, Persita Tangerang, serta beberapa klub lainnya.
Di mata para pemain dan suporter, Muhammad Basri dikenal sebagai pelatih yang disiplin, berkarisma, dan memiliki filosofi permainan menyerang.
Ia juga dikenal gemar memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk berkembang.
Bagi publik Makassar, Om Basri dikenang sebagai pelatih yang berani membangun kekuatan PSM dengan mengandalkan mayoritas putra daerah.
Di bawah arahannya, permainan Juku Eja dikenal atraktif, disiplin, dan penuh semangat juang.
Tak hanya memburu prestasi, Basri juga berperan besar dalam pembinaan sepak bola nasional melalui pendekatan kepelatihan yang menekankan disiplin, kerja keras, dan kecintaan terhadap olahraga. (*)










