Home / Bisnis

Selasa, 1 September 2026 15:19- WIB

LD FEB UI dan Kredivo Group Segera Rilis Studi Dampak Kredit Digital terhadap Perekonomian Indonesia

MERATA.NET – Dalam satu dekade terakhir, Kredivo tumbuh menjadi salah satu pelopor layanan kredit digital di Indonesia. Melalui layanan PayLater, jutaan masyarakat kini memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah. Di balik pertumbuhan tersebut, diskursus publik masih banyak berfokus pada besarnya industri maupun risiko utang konsumtif. Sementara itu, dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan masih belum banyak dikaji secara komprehensif.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kredivo Group bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) akan meluncurkan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo. Studi ini mengkaji kontribusi layanan PayLater dan Pinjaman Tunai (dari KrediFazz) terhadap perluasan akses kredit, perilaku finansial masyarakat, pemberdayaan UMKM, serta aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Momentum ini semakin relevan mengingat tantangan akses pembiayaan di Indonesia masih besar. Kepemilikan rekening bank memang naik dari 36% menjadi 56% dalam 10 tahun terakhir. Namun, penetrasi kredit formal justru turun dari 18% (2017) menjadi 15% (2024). Di sisi lain, kesenjangan pembiayaan UMKM nasional masih tercatat sebesar Rp1.290 triliun. Angka ini menunjukkan kesenjangan yang selama ini belum terjawab oleh layanan keuangan konvensional.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw, mengatakan bahwa studi tersebut bertujuan memberikan perspektif berbasis bukti mengenai peran kredit digital di Indonesia. “Di tengah pertumbuhan industri yang pesat dan diskursus publik yang berkembang, perspektif berbasis bukti menjadi penting untuk melihat bagaimana kredit digital benar-benar bekerja dalam konteks sosial ekonomi Indonesia. Ketika sebuah layanan sudah menjadi fenomena sosial dalam skala ini, pertanyaan tentang dampaknya tidak lagi dapat dilihat hanya dari pertumbuhan industri, tetapi juga dari bagaimana ia memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga  Belanja Konsumsi Diprediksi Tetap Tumbuh di Ramadan 2025, Ini Strategi Kredivo Akomodasi Kebutuhan Masyarakat

Sejumlah temuan awal menunjukkan bahwa pemanfaatan kredit digital semakin beragam. Pada 2025, sekitar 54% kredit yang disalurkan melalui Kredivo masuk kategori produktif, antara lain untuk modal usaha, renovasi rumah, pendidikan, dan kesehatan.

Dari sisi inklusi keuangan, satu dari enam pengguna aktif Kredivo pada 2025 merupakan pengakses kredit pertama. Profil pengguna tersebut didominasi kelompok yang selama ini relatif kurang terjangkau layanan kredit formal, yaitu 48% perempuan dan 57% berusia di bawah 30 tahun. Di segmen UMKM, 97% penerima pinjaman modal usaha merupakan pelaku usaha mikro, sementara sekitar 40% memperoleh akses kredit formal pertama melalui Kredivo.

Baca Juga  Transaksi PayLater Kredivo Naik 27% di Ramadan 2026, Penggunaan Didominasi Tenor Pendek

Temuan-temuan tersebut, menurut Chief Marketing Officer Kredivo, Indina Andamari, baru menggambarkan permukaan dari perubahan yang terjadi selama satu dekade terakhir.

“Sepuluh tahun lalu, Kredivo hadir untuk membantu menjawab kesenjangan akses kredit di Indonesia. Seiring waktu, layanan kami berkembang dari membuka akses pembiayaan menjadi bagian dari perjalanan finansial jutaan masyarakat. Studi ini memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi tersebut sekaligus menjadi masukan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang semakin relevan, inklusif, dan bermanfaat bagi konsumen Indonesia dengan ragam kebutuhan yang terus berkembang dinamis,” katanya.

Studi dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melibatkan ratusan pengguna serta puluhan pelaku UMKM di berbagai provinsi. Analisis juga didukung data internal Kredivo dan berbagai data sekunder. Hasil lengkapnya akan dipublikasikan dalam Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo yang dijadwalkan rilis pada 10 September 2026.

Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi stakeholders dalam memahami peran kredit digital berdasarkan bukti empiris, sehingga diskusi mengenai industri ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan maupun risiko konsumsi, tetapi juga pada kontribusinya terhadap inklusi keuangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan ekonomi. (*)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Sambut Ramadan dan Idul Fitri 144H, Telkomsel Rilis Ragam Produk dan Layanan Digital Terkini

Bisnis

Inilah Menu Iftar All You Can Eat di Aston Makassar

Bisnis

Sambut HUT Kemerdekaan RI, United E-Motor Gebyar-kan Flash Sale Hingga Rp9 Jutaan

Bisnis

Tahun Baru Mobil Baru! Dapatkan Penawaran Spesial di Kalla Toyota Candy World MaRi Makassar

Bisnis

Tumbuh Positif di 2023, Kalla Translog Catat Kenaikan 21,67% Distribusi Es Krim Wall’s

Bisnis

Lewat Hari Bakti PU ke-80, Kalla Aspal Perkuat Peran di Industri Konstruksi

Bisnis

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

Bisnis

Rayakan Kemerdekaan, IM3 Kembali Hadirkan Pesta Rakyat di 19 Wilayah Kalisumapa