Makassar, Merata.Net – Dua tahun menuju pemilu 2024, Partai Persatuan Pembangunan menempati posisi ke-4 dalam Survei elektabilitas partai versi Polmark Indonesia.
Bahkan PPP Sulsel 7,9 persen menyalip Partai Demokrat yang menempati posisi ke-4 pemilu 2019 lalu.
Dalam survei itu, PPP berada di bawah Golkar 20,7 persen, Nasdem 8,5 persen, dan Gerindra 8,4 persen.
Pada pada pemilu 2019 lalu, PPP hanya meraih 6 kursi, posisi tiga terbawah setelah Perindo dan Hanura.
PPP Sulsel dikomandoi anak muda Imam Fauzan Amir Uskara sejak 3 Juni 2021 lalu. Ia menggantikan kepemimpinan sebelumnya, Muh Aras.
Dalam setahun ini, Fauzan sudah beberapa kali roadshow ke 24 kabupaten/kota menyapa kader.
Bahkan Fauzan juga berhasil merekrut sejumlah tokoh potensial. Seperti mantan Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin.
Pengusaha muda Andi Liu Were La Tinro. Ia adalah putra mantan Bupati Enrekang dua peridoe Enrekang La Tinro La Tunrung.
Kemudian kader NU Makassar Muh Ishak, dan Ketua GP Ansor Lutim Budiman.
Fauzan menyatakan targetnya membawa PPP Sulsel meraih unsur kursi pimpinan DPRD Sulsel pada 2024 mendatang.
Ia meyakini target itu kini terbilang realistis. Mengingat PPP Sulsel sudah masuk 4 besar.
“Bismillah kita terus bergerak memperkuat mesin partai. Kita target meraih unsur kursi pimpinan DPRD Sulsel pada pemilu 2024,” kata Fauzan, Selasa (8/3/2022).
Fauzan punya keinginan mengembalikan capaian 3 kursi milik partai Kakbah, seperti capaian 2014 lalu.
Dalam pemilu 2019 lalu, PPP hanya meraih 2 kursi DPR RI, atau gagal mempertahankan satu kursi Senayan di daerah pemilihan (Dapil) 3 Sulsel.
“Insyaallah kita akan berusaha kembalikan 3 kursi DPR RI seperti periode yang lalu,” kata Fauzan.
Dalam hasil survei Polmark Indonesia yang diterima pada Sabtu (5/3/2022), Golkar masih menempati posisi pertama.
Angka agregasi elektabilitasnya mencapai 20,7 persen dari tiga dapil Sulsel.
Hasil itu dipresentasikan CEO Polmark Indonesia Eep Saefullah Fatah dalam kegiatan Workshop Political Marketing PPP Sulsel di Hotel Claro.
Jumlah responden disebutkan 3.311 orang dari tiga dapil Sulsel. Margin eror 1,7 persen.
Posisi kedua ditempati Partai Nasdem 8,5 persen, disusul Gerindra 8,4 persen.
Yang menarik, posisi keempat ditempati PPP 7,9 persen.
Partai berlambang Kakbah itu menggeser posisi Demokrat yang menempati posisi keempat pada pemilu 2019 lalu.
Sementara posisi kelima ditempati Demokrat 5,2 persen.
Berikut survei elektabilitas parpol di Sulsel Per Dapil Versi Polmark yang diterima:
- Golkar 20,7 persen
- Nasdem 8,5 persen
- Gerindra 8,4 persen
- PPP 7,9 persen
- Demokrat 5,2 persen
- PDIP 5,1 persen
- PAN 4,0 persen
- PKS 3,3 persen
- PKB 1,7 persen
- Perindo 0,8 persen
- PBB 0,5 persen
- Hanura 0,4 persen
- Gelora 0,3 persen
- Garuda 0,2 persen
- PSI 0,2 persen
- Berkarya 0,2 persen
- PKPI 0,1 persen
Total responden 3.311 responden dari 3 dapil
Margin eror 1,7. (Jan)










