MAKASSAR, Merata.Net – Mengenal keanekaragaman hayati tidak cukup hanya melalui buku pelajaran.
Siswa kelas V SD Islam Athirah Racing Centre diajak mengamati dan berinteraksi langsung dengan lingkungan melalui kegiatan Field Trip bertema “Green Explorer: Discovering the Wonders of Nature” di Rumah Hijau Denassa, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali kekayaan alam, memahami pemanfaatannya, serta memperoleh pengalaman belajar melalui praktik langsung.
Kepala SD Islam Athirah Racing Centre, saat melepas peserta, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan memberikan pengalaman rekreatif, tetapi juga melengkapi proses pembelajaran yang berlangsung di kelas.
“Kita ingin pergi ke luar kelas bukan hanya untuk bermain, tetapi juga untuk belajar. Apa yang kita pelajari di sini diharapkan dapat melengkapi pembelajaran di kelas,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan siswa untuk menjaga kebersamaan, menghargai perbedaan, dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman selama kegiatan berlangsung.
Di Rumah Hijau Denassa, siswa mengikuti sejumlah aktivitas yang memperkenalkan hubungan antara manusia dan lingkungan. Mereka belajar mengenal tanaman herbal, membuat teh bunga telang, mengolah kue tradisional umba-umba, serta berinteraksi dengan hewan ternak.
Siswa juga mendapat pengalaman melalui kegiatan membentuk tanah liat dan menangkap ikan lele. Beragam aktivitas tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang melibatkan pengamatan, keterampilan, dan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Pengalaman tersebut mendapat respons positif dari siswa. Andi Shabil Ahmad Alvaro, siswa kelas VB, mengaku menikmati rangkaian kegiatan yang diikutinya.
“Seru sekali Field Trip tadi. Saya juga senang. Kalau bermalam, lebih senang lagi,” ungkapnya.
Melalui eksplorasi langsung, siswa memperoleh kesempatan untuk memperluas pengetahuan tentang alam sekaligus mengembangkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap lingkungan. Pembelajaran semacam ini juga memberi ruang bagi siswa untuk menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan pengalaman nyata.
Kegiatan ditutup dengan refleksi pembelajaran untuk mengulas pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh siswa, dilanjutkan dengan pemberian hadiah. (*)










