Home / Pemerintahan

Senin, 26 Februari 2024 17:35- WIB

Profesor Monash University Tony Wong Jadi Pembicara di Rakorsus Pemkot Makassar 2024

MAKASSAR, Merata.Net– Dalam mendukung pengembangan Makassar Low Carbon City dengan Metaverse, Professor of Sustainable Development MONASH University, Prof. Tony Wong memaparkan pandangannya terkait The Role of Digital Technology in Implementing Water Sensitive Cities atau Peran Teknologi Digital dalam Penerapan Kota Sensitif Air.

Paparan itu ia sampaikan secara virtual dalam agenda rapat koordinasi khusus (Rakorsus) Pemerintah Kota Makassar tahun 2024 yang digelar di Hotel Four Points, Senin (26/2/2024).

Dalam penjelasannya, Prof. Tony Wong menyoroti hubungan yang kompleks antara tantangan global, terutama terkait air, iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Tony Wong menjelaskan bahwa solusi untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah disusun oleh 169 negara anggota PBB pada tahun 2015 lalu untuk dicapai pada 2030 mendatang haruslah terintegrasi dan berkelanjutan, karena berbagai masalah saling terkait.

Baca Juga  Hari ini Rakorsus Pemkot Makassar Hadirkan Enam Pembicara dari Lima Negara, Bahas Soal Low Carbon City

“Dari hasil analisis kami, ditemukan bahwa 50 dari 116 yang terkait dengan SDGs itu terkait langsung dengan manajemen air, Jadi hampir setengah dari target SDGs itu terkait dengan penanganan air,” ungkap Tony Wong.

Dalam konteks ini, lanjut Tony Wong, teknologi digital memainkan peran penting. Penggunaan teknologi untuk manajemen air, penggunaan air, dan daur ulang dapat memberikan solusi yang efektif.

Misalnya, dalam penanganan banjir, teknologi digital dapat digunakan untuk mengoptimalkan sistem drainase, bahkan dengan memanfaatkan terowongan.

“Penanganan air berpengaruh kepada banyak hal, jadi apapun solusi yang ditawarkan, kita harus selalu melihat siapa dan apa yang berdampak atas solusi tersebut agar bisa melihat hasil sesuai dengan yang kita inginkan,” sebutnya.

Baca Juga  F8 Makassar Kembali Masuk Dalam Kalender Top 10 KEN 2024

Selain itu, integrasi teknologi juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan air dan respon terhadap bencana seperti banjir.

Dengan demikian, teknologi digital tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat keterlibatan publik dalam pembangunan kota yang ramah air.

Melalui pendekatan ini, kata Tony Wong, Kota Makassar dapat menjadi lebih tangguh terhadap perubahan iklim sambil mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan terkait air dan iklim.

“Dengan memahami iklim kita bisa mengambil tindakan yang tepat. Kita tidak bisa tidak mengacuhkan adaptasi iklim, dan penggunaan digital teknologi sangat penting perannya dalam rangka adaptasi tersebut,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pemkot Makassar dan RRI Siap Tingkatkan Kolaborasi

Indonesiaku

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Luwu, Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Logistik

Pemerintahan

Wali Kota Danny Presentasikan Inovasi Pemkot Makassar di IGA 2023 Kemendagri

Bisnis

Pj Gubernur Bahtiar Harap PT Semen Tonasa Berkontribusi Bagi Masyarakat dan Lingkungan

Pemerintahan

16 Desa di Luwu Masih Terisolir Jadi Perhatian BNPB

Pemerintahan

Aliyah Mustika Ilham: Dengan APBD Rp126 Miliar, Angka Stunting Makassar Harus Turun

Pemerintahan

Natal 2022, Presiden Jokowi Kunjungi Sejumlah Gereja di Kota Bogor

Pemerintahan

Sambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Wali Kota Danny Buka Lomba Gema Takbir Ramadan 2022