Home / Bisnis / Indonesiaku

Jumat, 10 Desember 2021 20:59- WIB

Dana Hibah Pariwisata Masih Dinantikan Pebisnis Hotel di Makassar

Andi Rahmat Manggabarani

Andi Rahmat Manggabarani

MAKASSAR, MERATA.NET- Dana hibah pariwisata 2021 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hingga saat ini masih diharapkan oleh para pelaku usaha perhotelan.

Salah seorang pelaku usaha bisnis perhotelan sekaligus Ketua HIPMI Sulsel, Andi Rahmat Idris Manggabarani berharap, seluruh pihak bisa memperjuangkan pengucuran dana hibah tersebut di penghujung tahun 2021 ini.

“Saya berharap semua pihak berusaha agar dana hibah tersebut bisa dicairkan untuk para pelaku usaha perhotelan, dalam upaya membangkitkan lagi usaha yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Meski masih ada yang tetap beroperasi namun tak sedikit yang tutup karena kondisi pandemi. Sekarang sudah hampir akhir tahun 2021. Kita tahu anggaran harus dilaporkan di minggu terakhir di akhir Desember. Tetapi sampai sekarang tak ada tanda-tanda ataupun kabar tentang dana hibah ini. Padahal jangan melihat bisnis perhotelan mulai baik dan tetap beroperasi saja. Karena itu hanya pada sejumlah hotel besar saja. Sementara sejumlah hotel kecil tak sedikit yang masih harus tutup dan mereka harus bangkit,” jelas Andi Rahmat. 

Baca Juga  Adira–Mandala Finance Merger, Dorong Pertumbuhan Pembiayaan di Kawasan Timur Indonesia

Terkait dana hibah, Kemenparekraf telah mengucurkan anggaran bagi pelaku usaha hotel dan restoran yang terdampak Covid-19 untuk tahun 2020. Namun hingga tahun 2020 berakhir dana hibah tersebut tidak cair dan harus dikembalikan ke Kemenparekraf. Alasannya, sejumlah kendala dialami pemerintah. Salah satunya karena administrasi lambat.

Lebih lanjut dikatakan Dirut IMB Group ini, bisnis perhotelan ini menjadi penyumbang bagi angka Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga wajar jika juga persoalan kelangsungan dari bisnis ini juga menjadi perhatian pemerintah. “Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi PHRI dan Pemkot Makassar untuk lebih perhatian terhadap pelaku usaha perhotelan. Karena para usaha ini juga menjadi penyumbang PAD Kota Makassar. Kita membayar pajak hotel dan restoran sekitar 5 persen yang dibebankan terhadap seluruh makanan dan minuman serta pendapatan hotel. Jika tutup tentu akan mengurangi jumlah PAD Kota Makassar,” paparnya.

Baca Juga  Perluas Jaringan Distribusi, Bukit Baruga Jalin Kerja Sama Strategis dengan DPD AREBI Sulsel

Di sisi lain, Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga menyatakan pasrah terhadap kucuran dana hibah ini. karena menurutnya, meskipun telah berupaya namun tanda-tanda kucuran dana tersebut tak ada. “Dana hibah sudah tidak tahu ujungnya dimana. Jadi abaikan saja karena tidak ada harapan lagi. Pasrah saja. Kucuran dana ini full otoritas dari Kemenparekraf. Kita juga sudah bersurat kepada PHRI Pusat dan Kemenparekraf, sesuai janji untuk mengembalikan dana hibah di tahun 2021. Namun tak ada realisasi. Kalau kecewa tentu ada. Tetapi kembali lagi bahwa dana yang tak dimanfaatkan sebelumnya dan dikembalikan yang menjadi alasan dari Kemenparekraf. (Jan)

Share :

Baca Juga

Bisnis

AFPI Dukung Langkah OJK Tindak Tegas Penagihan Tidak Beretika dalam Kasus Order Fiktif Damkar

Indonesiaku

RANS Entertainment dan Telkomsel Resmikan Pembangunan Pompa Air dan Tandon di Panakkukang Makassar

Bisnis

Toyota Hilux Primadona Kendaraan Komersial Yang Tangguh, Ready Stock di Kalla Toyota

Indonesiaku

Program Pertukaran Muslim Australia dan Indonesia Kini Telah Berlangsung 20 Tahun

Bisnis

Telkomsel Luncurkan Kampanye Hari Ayah Nasional: “Teknologi Bisa Melepas Rindu, Tapi Tak Bisa Mengulang Waktu”

Indonesiaku

GAM Luwu Raya Desak Polda Sulsel dan Kapolri Copot Kapolres Luwu

Bisnis

Kalla Translog Rayakan Milad dengan Semangat Transformasi dan Kolaborasi

Bisnis

XL Axiata Luncurkan Paket Baru “Bebas Puas”